Perth - Operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia kembali dilanjutkan. Untuk hari ini, otoritas Australia mengerahkan enam pesawat termasuk personel pemantau udara untuk mencari tahu keberadaan pesawat dengan 239 penumpang tersebut.
Pencarian di koridor selatan, yang membentang di Samudera Hindia dikoordinasikan oleh Australian Maritimes Safety Authority (AMSA) dengan bantuan sejumlah negara. Operasi pencarian ini difokuskan pada area yang diduga menjadi keberadaan MH370.
"AMSA menugaskan tiga pesawat RAAF P3 Orion, satu pesawat P3 Orion milik Selandia Baru dan dua pesawat jet komersial jarak jauh untuk mencari di area seluas 36 ribu kilometer pada lokasi berjarak 2.500 kilometer barat daya Perth, hari ini," demikian jelas AMSA dalam keterangan pers, Sabtu (22/3/2014).
AMSA menjelaskan, dua pesawat jet komersial dan satu pesawat RAAF P3 Orion akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Perth. "Pesawat-pesawat ini akan diberangkatkan sekitar pukul 09.00 waktu Australia," terang AMSA.
Di dalam pesawat jet tersebut, lanjut AMSA, terdapat sejumlah relawan State Emergency Service (SES) yang bertugas sebagai pemantau udara. Hari ini, ada 10 relawan SES dari Australia Barat yang dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara terhadap kemungkinan jejak atau keberadaan MH370.
Tidak hanya itu, operasi pencarian ini juga masih melihatkan kapal laut, yang menurut AMSA, berjumlah total enam kapal. Dua kapal sudah berada di area pencarian dan telah memulai tugasnya. Sedangkan sejumlah kapal lainnya masih dalam perjalanan ke lokasi pencarian.
Kapal milik Angkatan Laut Australia, HMAS Success juga akan segera mencapai lokasi pencarian. Diperkirakan kapal canggih ini akan tiba di lokasi pada Sabtu (22/3) sore waktu setempat.
Otoritas Australia telah mendapat mandat oleh Malaysia untuk memimpin pencarian di koridor selatan. Sejumlah negara lainnya seperti Selandia Baru dan Amerika Serikat ikut membantu pencarian sejak Rabu (19/3) lalu.
Area pencarian di Samudera Hindia ini telah diidentifikasi oleh data satelit dari Australian Geospatial-Intelligence Organisation (AGO) pada Kamis (20/3) pagi. Analisis AGO ini terkait dua obyek mencurigakan di laut yang diduga berkaitan dengan MAS MH370. Foto citral satelit dua obyek mencurigakan tersebut dinyatakan kredibel, namun ada kemungkinan itu tidak terkait dengan pesawat yang hilang.
Pencarian di koridor selatan, yang membentang di Samudera Hindia dikoordinasikan oleh Australian Maritimes Safety Authority (AMSA) dengan bantuan sejumlah negara. Operasi pencarian ini difokuskan pada area yang diduga menjadi keberadaan MH370.
"AMSA menugaskan tiga pesawat RAAF P3 Orion, satu pesawat P3 Orion milik Selandia Baru dan dua pesawat jet komersial jarak jauh untuk mencari di area seluas 36 ribu kilometer pada lokasi berjarak 2.500 kilometer barat daya Perth, hari ini," demikian jelas AMSA dalam keterangan pers, Sabtu (22/3/2014).
AMSA menjelaskan, dua pesawat jet komersial dan satu pesawat RAAF P3 Orion akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Perth. "Pesawat-pesawat ini akan diberangkatkan sekitar pukul 09.00 waktu Australia," terang AMSA.
Di dalam pesawat jet tersebut, lanjut AMSA, terdapat sejumlah relawan State Emergency Service (SES) yang bertugas sebagai pemantau udara. Hari ini, ada 10 relawan SES dari Australia Barat yang dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara terhadap kemungkinan jejak atau keberadaan MH370.
Tidak hanya itu, operasi pencarian ini juga masih melihatkan kapal laut, yang menurut AMSA, berjumlah total enam kapal. Dua kapal sudah berada di area pencarian dan telah memulai tugasnya. Sedangkan sejumlah kapal lainnya masih dalam perjalanan ke lokasi pencarian.
Kapal milik Angkatan Laut Australia, HMAS Success juga akan segera mencapai lokasi pencarian. Diperkirakan kapal canggih ini akan tiba di lokasi pada Sabtu (22/3) sore waktu setempat.
Otoritas Australia telah mendapat mandat oleh Malaysia untuk memimpin pencarian di koridor selatan. Sejumlah negara lainnya seperti Selandia Baru dan Amerika Serikat ikut membantu pencarian sejak Rabu (19/3) lalu.
Area pencarian di Samudera Hindia ini telah diidentifikasi oleh data satelit dari Australian Geospatial-Intelligence Organisation (AGO) pada Kamis (20/3) pagi. Analisis AGO ini terkait dua obyek mencurigakan di laut yang diduga berkaitan dengan MAS MH370. Foto citral satelit dua obyek mencurigakan tersebut dinyatakan kredibel, namun ada kemungkinan itu tidak terkait dengan pesawat yang hilang.






kita do'akan semoga para korban bisa ditemukan..
BalasHapus